Ayo Ngaji

Belajar Islam Untuk Meraih Sukses

Temukan Kebahagiaan Usir Sengsara Dengan Syukur Nikmat

Temukan Kebahagiaan Usir Sengsara Dengan Syukur Nikmat

Mensyukuri Nikmat Allah SWT yang Tak Terhingga

Sebuah renungan tentang betapa banyaknya nikmat yang Allah berikan dan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Saudaraku yang dirahmati Allah, alhamdulillah kita semua masih diberikan nikmat berupa kesempatan, kesehatan, dan ribuan bahkan jutaan nikmat lain yang jumlahnya tak terhingga.

Coba bayangkan, seandainya detik ini Allah menarik satu saja nikmat dari hidup kita... bukan harta, bukan kesehatan seluruhnya... hanya satu tarikan napas.

Berapa uang yang harus kita bayar untuk bisa menarik satu napas lagi? Mungkin semua harta, semua tabungan, atau semua yang dimiliki tidak akan mampu untuk menebus satu nikmat saja yaitu napas. Padahal... setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, Allah memberi kita ribuan napas... tanpa kita meminta... tanpa kita sadari... tanpa kita bayar...

Namun... berapa kali kita berkata, "Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah... hamba Engkau beri anugerah sehat, sehat jasmani dan sehat rohani hari ini."

Saudaraku... Mari sempatkan waktu sejenak merenungkan tentang nikmat Allah yang tak terhitung, dan rasa syukur yang... sering kali... terlupakan.

BAGIAN 1 – NIKMAT ALLAH YANG TAK TERHITUNG

QS. An-Nahl: 18
وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ

Artinya, "Dan jika kalian mencoba menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya."

Ayat ini merupakan peringatan lembut dari Allah SWT. Karena nikmat itu bukan hanya yang terlihat, tetapi juga yang kita anggap biasa, antara lain:

1. Nikmat Tubuh

Nikmat tubuh yang kita anggap biasa seperti:

  • Jantung - berdenyut 100.000 kali setiap hari... mulai kita masih dalam kandungan hingga nanti wafat, bekerja tanpa henti tanpa pernah kita perintah. Demi mengalirkan darah, oksigen dan sari-sari makanan untuk menopang kehidupan kita.
  • Mata - dengan kerumitan sistem penglihatan, mata kita masih bisa berfungsi menyaksikan keindahan dunia, menyaksikan kebaikan dan bahkan menyaksikan kemaksiatan. Na'udzubillahi min dzalik.
  • Tulang dan sendi - yang selalu menopang tubuh dalam diam.
  • Paru-paru - organ ini bekerja tanpa henti menyaring oksigen dan membuang udara kotor tanpa keluhan.

2. Nikmat Hidup

Alhamdulillah ketika kita tidur, masih bisa bangun... Sementara banyak yang tidur dan tak pernah bangun kembali, untuk melihat dan bersama orang-orang terdekat.

3. Nikmat Iman & Islam

Nikmat ini adalah yang terbesar namun paling sering dilupakan. Allah Subhanahu wa Ta'ala memilih kita untuk selalu istiqamah menjadi muslim, berserah diri kepada Allah. Mari bayangkan, seandainya kita tidak mendapatkan anugerah keimanan ini, maka akan sulit menemukan ketenangan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

4. Nikmat Ditutupi Aib

Saudaraku, inilah bukti bahwa Allah Maha Penyayang. Walaupun kita sering melanggar perintah-Nya baik secara terang-terangan maupun sembunyi, baik disengaja maupun tidak, walaupun mungkin aib kita jauh lebih banyak daripada kebaikan yang kita miliki, namun Allah tetap menutupi aib kita, seolah kita tak pernah melakukannya. Andaikan Allah membuka sedikit saja aib-aib ini, mungkin orang lain bahkan orang-orang terdekat akan lari dari kita, mengucilkan kita, bahkan menghukum kita.

Inilah buktinya nikmat Allah yang dilimpahkan kepada hamba-Nya tak terhitung. Dan dari semua itu... berapa banyak yang sudah kita syukuri?

BAGIAN 2 – MENGAPA MANUSIA LUPA BERSYUKUR?

QS. Al-'Adiyat: 6
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودٌ

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya."

Kebanyakan manusia tidak pandai mensyukuri nikmat yang diberikan Allah karena:

1. Nikmat Datang Tanpa Suara

Ketika musibah datang maka kita rasakan itu keras, sehingga kita menangis. Namun saat nikmat datang terasa pelan, hampir tidak terasa sehingga kita lupa.

Pada saat sakit kita ingat Allah, berdoa agar segera dihilangkan penyakitnya, segera disembuhkan. Tetapi ketika sembuh, akhirnya kembali sibuk dengan urusan dunia dan melupakan Allah. Pada saat kekurangan, rajin beribadah, berdoa dengan khusyu' memohon dicukupkan dari berbagai keinginan. Namun saat dikabulkan doanya, Allah dilupakan. Astaghfirullahal 'adzim.

2. Kita Merasa Semua Keberhasilan Karena Usaha Sendiri

QS. An-Nahl: 53

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ

"Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, semuanya dari Allah."

Ini adalah anggapan yang salah, karena semua nikmat itu pemberian Allah. Ilmu dari Allah. Tenaga dari Allah. Kesempatan dari Allah. Kesuksesan dari Allah. Namun lidah kita sering berkata: "Kesuksesan ini hasil usahaku.", "Hasil kerjaku."

3. Kita Lebih Banyak Membandingkan Daripada Mensyukuri

Nikmat hanya dilihat dari yang tidak ada, bukan yang sudah dimiliki. Diberi nikmat berupa rumah masih mengeluh, merasa kurang besar, kurang bagus atau yang lain. Sementara yang sudah mendapat pekerjaan kita tidak mensyukuri dengan kerja keras dan kesungguhan maksimal. Mencari-cari alasan untuk membenarkan sebuah pelanggaran yang dilakukan. Padahal orang lain sedang berjuang keras dan memohon apa yang kita keluhkan.

BAGIAN 3 – MAKNA SYUKUR YANG SEBENARNYA

Saudaraku, syukur bukan hanya sekadar mengucapkan Alhamdulillah di bibir. Namun sebenarnya syukur bisa dilakukan melalui tiga hal:

1. Syukur dengan hati - yaitu meyakini sepenuhnya bahwa semua nikmat yang ada pada diri kita itu dari Allah.

2. Syukur dengan lisan - Mengucapkan Alhamdulillah dengan penuh kesadaran, bukan kebiasaan. Menyadari bahwa segala kenikmatan itu dari Yang Maha Baik, Maha Terpuji yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala.

3. Syukur dengan perbuatan - Bentuk syukur ini yang sering hilang... Menggunakan nikmat yang ada untuk mendekat kepada Allah.

Jika diberi harta, maka hartanya untuk membantu orang yang membutuhkan. Ketika memiliki ilmu, maka ilmunya digunakan untuk menebar manfaat kepada orang lain. Saat diberi waktu dan kesempatan, maka waktunya tidak disia-siakan, melainkan digunakan untuk beribadah. Dan saat diberikan tubuh yang sehat, maka kesehatan tubuhnya banyak digunakan untuk sujud.

Saudaraku, Allah tidak butuh apapun dari hamba-hamba-Nya. Allah hanya mengingatkan agar menggunakan nikmat itu untuk jalan yang benar, jalan kebaikan yang mengantarkan pada kebahagiaan.

BAGIAN 4 – CARA MENGEMBALIKAN SYUKUR DALAM HIDUP

1. Mulailah pagi Anda dengan satu kalimat:

"Alhamdulillah, Ya Allah Engkau masih memberi hamba kesempatan untuk hidup." Bisikkan di relung hati yang paling dalam. Lakukanlah setiap bangun tidur.

2. Tulis minimal tiga nikmat yang Anda dapat hari ini

Supaya hati ini pandai belajar melihat nikmat sekecil apapun.

3. Gunakan minimal satu nikmat untuk ibadah

Apakah akan menggunakan nikmat waktu?, atau nikmat rezeki?, atau juga nikmat tenaga?, dan nikmat kesempatan. Pilih satu atau lebih nikmat setiap hari untuk melakukan ibadah.

4. Ingatlah bahwa nikmat akan dimintai pertanggungjawaban

QS. At-Takatsur: 8

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

Artinya, "Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu megah-megahkan di dunia itu."

Saudaraku, nikmat yang kita terima tidak akan dibiarkan begitu saja. Namun nanti di hari akhir akan dimintai pertanggungjawaban.

Bayangkan... Di akhirat Allah bertanya:

  • "Aku telah memberi kamu nikmat sehat. Untuk apa nikmat tersebut kamu gunakan?"
  • "Dengan waktu luangmu kau pakai untuk apa?"
  • "Dengan rezeki yang Aku titipkan kepada siapa kau berbagi?"

Pertanyaan yang tak seorang pun bisa menghindari untuk memberikan jawaban. Yang pada hari itu tak seorang pun dapat membela orang lain.

PENUTUP – REFLEKSI HATI

Saudaraku... Mari pejamkan mata sejenak. Mari renungkan bersama nikmat yang sudah Allah berikan berupa: nafas... keluarga... kesempatan hidup... air mata yang menghapus dosa... aib yang Allah tutupi... pintu taubat yang selalu terbuka.

Kita hidup dalam lautan nikmat... namun sering berjalan dengan hati yang kering.

Mulai detik ini... Mari jadikan setiap napas sebagai dzikir. Setiap langkah menjadi ibadah. Setiap nikmat menjadi jembatan untuk lebih dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Karena Allah berjanji sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 7 :

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

"Jika kalian bersyukur pasti Aku akan menambah nikmat kalian."

Semoga Allah memberikan kita kekuatan iman, tekad yang kuat untuk selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikannya, sehingga Allah menambah nikmat-Nya: Nikmat iman. Nikmat ketenangan. Nikmat hidup dalam ridha-Nya.

Ya Allah, berilah kami petunjuk, kekuatan iman, keyakinan, dan tekad yang kuat untuk selalu menjalani kehidupan dalam keridhaan Engkau. Hamba berlindung kepada Engkau Ya Allah dari segala hal yang menyebabkan kami tersesat dari jalan-Mu.

Jika saatnya tiba ajal kami, panggilah kami dalam keadaan bersih, bersih hati dan dalam ketundukan kepada Engkau. Kami berlindung kepada Engkau ya Allah dari segala fitnah kehidupan dunia yang menyebabkan Engkau tidak ridha.

Rabbana atina fidunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina 'adzabannar. Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

Copyright © Pakkar-Motivasi. All rights reserved.
Dipersembahkan sebagai media dakwah dan pengingat untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah.

Berikutnya
Menampilkan artikel lebih baru
Sebelumnya
Next Post »